Tampilkan postingan dengan label Kata Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Media. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2008

Membangun Budaya Wisdom

Ada yang tak lazim dengan forum diskusi di ruang rapat SWA sebulan yang lalu. Biasanya, di ruang itu kami menggelar kajian bisnis yang terkait dengan topik Sajian Utama (Sajuta) yang tengah kami persiapkan. Namun, tema diskusi sebulan yang lalu itu tak ada kaitannya dengan topik Sajuta. Pembicara yang kami undang pun bukan pakar ekonomi, pelaku bisnis, ataupun pejabat birokrasi seperti dalam forum kajian bisnis. Melainkan, penulis buku Al-Qur'an The Ultimate Secret: Astrid Darmawan dan Muhammad Hidayat. Ada apa gerangan?

Kalau diibaratkan manusia, Majalah SWA yang tahun ini menginjak usia 23 tahun, sudah selayaknya menjalani proses pendewasaan. Kami telah lebih dari 20 tahun menjalani rutinitas mendalami hal-hal yang terkait dengan dunia bisnis, dan sudah saatnya pula memberi perhatian di bidang kerohanian dan spiritual. Tentu tidak berlebihan jika kami mendambakan SWA menjadi institusi yang tidak sekadar tangguh, tetapi juga memiliki wisdom. Dan oleh karena itu, diskusi yang menghadirkan tokoh yang memiliki pengalaman hebat di bidang spiritual akan sering kami selenggarakan. Melalui wadah yang kami beri nama The Wisdom, diskusi bertema spiritual hendak kami selenggarakan sebulan sekali.

Itulah kenapa kami mengundang Astrid Darmawan. Kami ingin belajar bagaimana tokoh yang pernah kita kenal sebagai model kelas atas dengan kehidupan serba gemerlap ini mendapatkan pencerahan rohani sehingga mampu memutar haluan hidup. Astrid, yang kini mengenakan busana Muslim dan menjabat Kepala Cabang Bank DKI Syariah itu mengisi hari-harinya dengan mengikuti kajian tasawuf dan melakukan syiar. Kami ingin mengetahui apa rahasia di balik metamorfosis itu.

Masih dalam kajian The Wisdom, dalam minggu ini kami juga ingin menghadirkan pasangan Dian Syarief dan Eko Pratomo di kantor SWA. Eko adalah penulis buku Miracle of Love yang mengisahkan bagaimana istrinya bisa tegar menghadapi penyakit lupus. Kami ingin belajar bagaimana pasangan ini bisa sabar dan ikhlas menghadapi cobaan hidup yang luar biasa berat. Redaksi. (Sumber: Majalah Swa-Online)

Sabtu, 07 Juni 2008

Astrid Darmawan Masuk PAN

Sebanyak 30 artis ibukota yang terdiri dari artis sinetron, penyanyi dan pencipta lagu secara resmi menjadi anggota Partai Amanat Nasional (PAN).

Pengukuhan para artis menjadi anggota PAN berlangsung pada Rakernas III PAN yang diselenggarakan di Hotel JW Mariott Surabaya, Kamis.

Pengukuhan tersebut ditandai dengan pemberian kartu tanda anggota PAN dan pemberian jaket PAN yang dikenakan oleh Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir dan istri, Anita Rosana Dewi, didampingi Sekjen Zulkifli Hasan.

Para artis yang dikukuhkan diantaranya adalah Mayla Faiza (pemain biola), Adrian Maulana (bintang iklan), Deri Drajad (pemain sinetron), Silvana Herman (penyanyi), Jimmy Gideon (pemain sinetron), Astrid Darmawan (mantan model), Ismail AFI, Intan Sevila, Eka Sapta (suami penyanyi Iyet Bustami), Popy Mareta.

Kemudian Feri Bulu, Erna Sari, Tito Sumarsono (pencipta lagu), Surya Kondang In, Tesa Mariska, sedangkan yang tidak datang adalah Eko Patrio, Ikang Fawzi dan Dona Harun.

Usai dikukuhkan Tito Sumarsono, Soetrisno Bachir, Dede Yusuf, bersama para artis kemudian menyanyikan lagu "Kaulah Segalanya".

Sementara itu pembukaan Rakernas III PAN berlangsung meriah, sedangkan Soetrisno Bachir membacakan puisi dengan diiringi dentingan piano, yang diciptakan bersama Sunan Hasan, saudara jurnalis, Zaim Uchrowi.

Sejumlah tokoh dan pejabat yang hadir diantaranya Mensesneg Hatta Radjasa, Mendiknas Bambang Sudibyo, Ketua MPP PAN Amien Rais, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Ketua DPRD Jatim Fathorrasjid, Wawali Surabaya Arif Afandi serta pasangan Cagub - Cawagub PAN - Partai Demokrat, Soekarwo - Syaifullah Yusuf. (Antara)

Kamis, 22 Mei 2008

Memuliakan Wanita

Mulai pertengahan April 2008, Astrid Ayudevi Darmawan memimpin karyawan perempuan. Dalam satu cabang, semuanya perempuan. Bank DKI Syariah yang mencetuskan pendirian ladies branch pertama itu --yang kemudian menunjuk mantan model 1990-an itu sebagai pemimpin cabangnya.

Jadi jabatan Astrid sekarang adalah Kepala Bank DKI Syariah Ladies Branch Pondok Indah. Menurut dia, pembukaan ladies branch syariah itu merupakan upaya membantu perempuan melakukan traksaksi perbankan secara mandiri. ''Saya senang sekali. Dengan ladies branch syariah ini berarti memuliakan wanita,'' ujar perempuan kelahiran Jakarta, 26 Juli 1968, ini kepada Republika, Jumat, (18/4).

Bagi Astrid, syariah bukan hanya soal ibadah, tapi mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Hal itu termasuk dalam bisnis perbankan. ''Kalau kita percaya dengan Allah, maka kita harus mempercayai bahwa seluruh aspek kehidupan kita syariah,'' kata penulis buku Alquran, the Ultimate Secret itu.

Mantan perenang nasional itu mengaku mulai meyakini pentingnya bersyariah dalam seluruh aspek kehidupan sejak 1995. Setelah bekerja di Citibank hingga 1997, alumnus elektro Universitas Indonesia (UI) dan bisnis internasional Magister Manajemen UI ini memutuskan pindah kerja. Saat itu, ia sempat bekerja di salah satu perusahaan teknologi informasi. Selanjutnya, ia memutuskan untuk berwiraswasta. Di antaranya dengan berbisnis pom bensin dan membuka salon anak. ''Saya akhirnya bekerja di Bank Syariah Mandiri dan sekarang di Bank DKI Syariah,'' kata ibunda Mikaela (12 tahun) dan Nikolas (3 tahun) ini. (Aru)